Skip to main content

Lilin Harapan

Lilin Harapan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Batu sandungan itu mampir jua di pelukan. Dan aku dibuai alunan kesedihan karenanya. Kegagalan pertama dan terbesar yang pernah singgah. Karena itu pun, kekasihku terlepas dariku. Aku tak bisa berbuat apa-apa kecuali mengurai air mata.

Di sudut ruang gelap, kumerenung di atas ratapan. Tiga batang lilin merah menemani bak sinar remang-remang. Dua di antaranya, kuukir tulisan ‘kejayaan’ dan ‘cinta’ pada batang tubuhnya. Aku menangis hingga tak bersuara. Bulir-bulir air merembes di pipi hingga jatuh membasahi sumbu lilin pertama, lilin ‘kejayaan’. Seketika lilin itu padam, menyisakan asap pembakaran. Tangisku tak kunjung surut, justru menjadi-jadi. Kudekati lilinku yang kedua. Saat air dari pelupuk mustika kembali menetesi sumbunya, lilin bertuliskan ‘cinta’ itu ikut padam seperti pendahulunya. Berakhirlah sudah sekarang. Haruskah aku hidup hanya untuk menghidupi kenangan?

Tinggallah sebatang lilin merah tanpa gurat tulisan yang masih menyala. Lilin terakhirku. Percuma, aku sudah putus asa. Kumatikan ia dengan satu hembus napas. Anehnya, lilin itu bukannya padam, malah makin benderang. Kutiup sekali lagi dan hasilnya tetap sama.
“Kenapa kau tak padam seperti yang lain?”, gumamku kebingungan.
Tiba-tiba lilin itu berkata “Aku tak pernah redup apalagi padam selama engkau masih percaya”
Bulu kudukku berdiri dib
... baca selengkapnya di Lilin Harapan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Comments

Popular posts from this blog

Burry your Boomerang

  Iam not interested in power oriented forces iam interested In the power that support moral the right and the good the diferrence Is clearly visible. The first statement assumes the influences is rewards rewards for the cynics who are cunny and disdainful the second statement assumes influeces as reward for people who are trustworthy and bring goodness “ we communicate to destroy others oi build others” “technology can destroy someone’s reputation faster and easier competed to before” “ digital communication allow us to reach more people faster and at less cost.” That so many people are just good at talking rather than being real leaders. In this day and age the opputunity to have influence is   always there but most people. Just want to convey their thoughts.   This thing not only give a bad   preseden but also exacerbate tension widening gap between meaning full masseging and collaboration “ you and I both hate being subject of critism, wheter we deserve...

did you sleep the pizza girl behind my back ?

 stevie call the pizza girls to order   stevie : and we're just going to do a large peperoni  pizza seller : okay large peperoni. got it.  stevie : and then a ceacar salad please.  pizza girl : oh, did you want add chicken to that ceacar salad for 5 dollar stevie : oh yeah, actually that sounds great, thanks.  pizza girl : your total is 31.67 and you order should be ready in about 25 minutes. see you soon pizza girls : see you soon  nikki : right in front of  me.  stevie : what ?  nikki : are you sleeping with the pizza girl behind my back ?  stevie : baby what are you talking about ?  nikki : are you sleeping with the pizza girl behind my back ?  stevie : this is such a pathetic question that it litetrally does not deserve an answer.  nikki : you think she's hot ?  stevie : i didn't see what she looked like nikki : remind me one of those like 9's hotlines.  stevie : 9's hotline  nikki : hey daddy,...

Berikan Tantangan

  “ kompetisi Adalah salah satu realitas yang paling menarik di dunia, koneksi diperlukan agar kita terus berusaha, sementara kompetisi diperlukan agar kita terus berjuang. Seperti besi menajamkan besi tulis raja solomo, raja ketiga israel. Begitu pula manusia menajamkan manusia lain. raja solomo sadar bahwa satu satunya cara membangkitkan yang terbaik diri anda dan orang lain Adalah melalui tangtangan dan bentrokan. Beberapa orang cedera atau sakit atau tersakiti dan menyerah. Mereka menyerahkan diri mereka kedalam perjalanan menuju kuburan. Yang lainya bangkit ke ketinggian yang luar biasa, contohnya teddy Roosevelt. Saat masih kecil teddy Roosevelt menderita asma yang mengacam kehidupanya, sering kali dia berjuang agar bisa bernapas dan asma melemahkan jatungnya, kemudian saat dia berusia 12 tahun ayahnya memberikan tantangan “theodore kamu memiliki otak yang cemerlang tetapi tidak memiliki tubuh yang sehat, dan tanpa bantuan tubuh , otak tidak bisa pergi sejauh semestinya. Ka...