Di Dapur: Pelangkiran di dapur berfungsi untuk menyembah Sang Hyang Brahma, yang melambangkan penciptaan dan keberlanjutan alam semesta. Di Sumur: Pelangkiran di sumur, kran air, atau sumber mata air lainnya dipergunakan untuk menyembah Sang Hyang Wisnu, penguasa alam dan pelindung. Di Pasar: Pelangkiran di pasar berfungsi untuk menyembah Bhatari Dewa Ayu Melanting, yang dianggap sebagai pelindung para pedagang dan pembeli. Di Toko: Pelangkiran di toko berfungsi untuk menyembah Ida Bhatari Rambut Sedana, yang memberikan kemakmuran kepada setiap umat manusia. Di Kantor/Sekolah: Pelangkiran di kantor atau sekolah dipergunakan untuk menyembah Bhagawan Panyarikan atau Sang Hyang Aji Saraswati, yang melambangkan ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan. Di Kamar: Pelangkiran di kamar tidur berfungsi sebagai penunggu urip, yang melindungi dan memberikan keberkahan dalam kehidupan sehari-hari. Di Tempat Tidur Bayi: Pelangkiran di tempat tidur bayi yang belum berusia 3 bulan digu...
LISA T. SU: All right. Good afternoon, everyone. President Kornbluth, Chairman Gorenberg, trustees, faculty, family, friends, and most importantly, the MIT Class of 2026, congratulations. You've earned this. And I can tell you that standing here feels very different than I expected. I've given a lot of talks over the years, but this one is quite personal. And as you can imagine with Murphy's law, I somehow managed to lose my voice this week. So please bear with me if I sound a little rough. But I couldn't be happier to be here with you, and if I give you a little bit of my story. I came to MIT in the fall of 1986. My parents dropped me off at Next House. I was 17 years old, born in Taiwan, raised in Queens, and I was pretty sure I was good at math. Then, of course, I walked into 6001 and 6002, and within about two weeks, I realized there were a lot of people at MIT who were very, very good at math. And I remember staring at those first problem sets thinking,...