Last fall, I did something I hadn't done in years: I left my watch at home and spent the entire day without looking at the time. Instead of living by the clock and planning everything I would do that day, I just lived in the moment and did whatever I wanted to do. I became a more complete person, not just a busybody. Early one morning, I went for a long walk in the woods. It's one of my favorite activities. I brought along an old copy of Walden by social philosopher Henry David Thoreau, a book I'd grown to love. After finding a beautiful spot to sit and read, I experienced one of those moments of synchronicity when something perfect happens at just the right time. For me, it was randomly opening the book and finding the following paragraph before me: On the positive side, he began to realize that he felt relaxed and began to laugh more than before he had undertaken this personal development initiative. Because of the semar saliva mor around him and the new aware...
Mustahil menjadi negatif ketika kita bersyukur, mustahil mengkritik da menyalahkan ketika kita bersyukur. Mustahil merasa sedih atau memiliki perasaan negatif ketika kita bersyukur. Dan kabar terbaiknya adalah jika kita memiliki situasi negatif di dalam hidup kita saat ini, tidak diperlukan waktu lama untuk mengubahnya dengan syukur. Situasi negatif akan menghilang dalam satu tiupan. Persis seperti sulap. " Marilah kita bangun dan bersyukur, karna jika kita tidak belajar hari ini, setidaknya kita belajar sedikit, dan jika kita tidak belajar sedikit setidaknya kita tidak sakit dan jika kita menjadi sakit, setidaknya kita tidak mati. Jadi marilah kita bersyukur. - sidahartha gautama- Dan jika ada masalah atau situasi kecil yang muncul di masa depan, ingatlah untuk memadamkan bara dengan syukur sebelum dia membesar menjadi api. Pada saat yang sama, anda akan menyalakan keajaiban di dalam hidup anda